JATISLOT – FIFA Dihujani Kritik Usai Final Piala Dunia 2026 . Lionel Messi harus mengubur mimpi menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan gelar juara. Timnas Argentina tumbang 0-1 dari Spanyol pada partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Di balik kekalahan La Albiceleste, sorotan justru tertuju pada keputusan FIFA dalam pemberian penghargaan individu. Banyak pihak menilai Lionel Messi layak membawa pulang penghargaan Bola Emas Piala Dunia 2026, namun gelar tersebut justru di berikan kepada kapten Spanyol, Rodri.
Keputusan itu memicu gelombang kritik, terutama dari media Argentina yang menilai FIFA tidak memberikan apresiasi yang pantas kepada sang megabintang.
Argentina Gagal Pertahankan Gelar
Final berlangsung sengit sejak menit awal. Spanyol akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.
Drama semakin memanas menjelang laga usai. Enzo Fernandez lebih dulu menerima kartu merah pada masa injury time babak kedua, sebelum Leandro Paredes juga di usir wasit usai terlibat insiden dengan Gavi setelah pertandingan berakhir.
Kekalahan tersebut sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan trofi yang mereka raih di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Messi Tetap Bersinar Sepanjang Turnamen
Meski gagal mengangkat trofi, Lionel Messi kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia.
Penyerang berusia 39 tahun itu tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan mencatatkan delapan gol dan empat assist, menjadikannya salah satu kandidat terkuat peraih Bola Emas sekaligus pesaing utama Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas.
Namun, penampilan Messi pada laga final di nilai tidak cukup dominan sehingga penghargaan pemain terbaik akhirnya jatuh ke tangan Rodri.
Keputusan inilah yang kemudian memunculkan perdebatan di kalangan pengamat maupun media internasional.
Media Argentina: FIFA Kurang Peka
Jurnalis TyC Sports, Antonio Serpa, menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik keputusan FIFA.
Menurutnya, memberikan penghargaan Bola Emas kepada Rodri merupakan keputusan yang menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kontribusi Lionel Messi sepanjang turnamen.
“Memberikan penghargaan itu kepada Rodri hampir seperti sebuah penghinaan. Ini menunjukkan kurangnya kepekaan, bukan karena Rodri pemain yang buruk, tetapi karena Lionel Messi adalah jantung dan jiwa Argentina sekaligus Piala Dunia,” ujar Serpa, dikutip dari Give Me Sport.
Serpa menilai Messi menjadi wajah utama Piala Dunia 2026. Selain tampil produktif, kehadiran sang kapten di sebut selalu menjadi magnet bagi jutaan penggemar yang datang menyaksikan pertandingan secara langsung.
Ia juga menegaskan bahwa jika penghargaan di berikan hanya kepada pemain dari tim juara, FIFA perlu mengingat bahwa sepak bola di tentukan oleh gol, bukan semata kemampuan mengatur permainan.
Sebagai perbandingan, Rodri tidak mencatatkan satu gol maupun assist sepanjang turnamen, sedangkan Messi tampil sebagai pemain paling produktif Argentina.
Sepatu Emas Mbappe Juga Dipertanyakan
Kontroversi tidak berhenti pada penghargaan Bola Emas.
Pemberian Sepatu Emas kepada Kylian Mbappe juga menuai perdebatan setelah penyerang Prancis itu mencetak dua gol saat laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris.
Tambahan dua gol tersebut membuat Mbappe mengakhiri turnamen sebagai top skor dengan koleksi 10 gol, unggul atas Messi.
Sejumlah pengamat Inggris menilai pencapaian tersebut terasa kurang adil karena gol-gol itu tercipta pada pertandingan yang sudah tidak menentukan gelar juara.
Legenda Inggris Alan Shearer menilai Messi menghadapi tantangan yang jauh lebih berat karena harus bermain di partai final melawan Spanyol, tim yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Wayne Rooney juga memiliki pandangan serupa. Meski mengakui aturan tersebut memang sah, ia merasa sistem penilaian tersebut kurang berpihak kepada Messi.
Dua gol tambahan Mbappe juga membuatnya melewati rekor Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Mbappe kini mengoleksi 22 gol, sementara Messi berada tepat di belakangnya dengan 21 gol.
Akankah Ini Menjadi Piala Dunia Terakhir Messi?
Kekalahan dari Spanyol diyakini menjadi momen yang sangat emosional bagi Lionel Messi.
Usai pertandingan, kapten Argentina itu terlihat menangis di lapangan. Banyak pihak meyakini laga final tersebut berpotensi menjadi penampilan terakhir Messi di ajang Piala Dunia sekaligus bersama Timnas Argentina di level internasional.
Apabila benar demikian, maka Piala Dunia 2026 akan di kenang bukan hanya karena keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia, tetapi juga karena kontroversi penghargaan individu yang hingga kini masih memicu perdebatan mengenai apakah Lionel Messi seharusnya pulang dengan Bola Emas.








Leave a Reply